1st Story
Resah
Rasa takut, khawatir akan diri ini muncul, ia datang menghampiriku yang lemah, saat usiaku menginjak 21 tahun, aku tak tau apakah hanya aku yang merasakan hal ini atau setiap orang, terutama perempuan yang sama-sama ketika menginjak seusia umurku, ‘21 tahun’. Akupun tak tau apakah bunda dan ayahku merasakan hal sama yang puterinya rasakan? Takut, khawatir, bimbang, ah pokoknya kalut. Takut ini takut itu Takut tak sesuai, khawatir melebihi usia dan lain-lain.
Keresahan ini muncul dengan sendirinya tanpa ku undang sama sekali, tak ada yang mengundangnya. Hati ini penasaran, otakpun ikut berputar, ‘ingin sharing sama bunda tapi malu rasanya, ingin sharing sama teman-teman, khawatir mereka mengira aku telat. Ah, serba salah lagi ...
Resah ini menganggu setiap yang akan aku lakukan, akhirnya otak yang berputarpun memberiku signal, dengan taktik jitunya. Akupun mengikuti alur taktik tersebut, aku mulai ikut bergabung berbincang-bincang dengan orang dewasa, tapi aku masih terdiam hanya mendengarkan apa yang mereka katakan, kalau sekiranya aku mengerti dengan hal yang mereka bicarakan aku ikut nimbrung tapi kalau tidak aku hanya tutup mulut aku berfikir ‘dari pada aku salah bicara, lebih baik aku diam, hehe…
Setelah sekian lama, yang sedikit demi sedikit aku bisa beradaptasi dengan mereka, aku mendapatkan jawabannya. Ternyata setiap orang terutama perempuan pasti merasakan hal yang sama denganku saat usia itu, ‘berarti aku masih normal dong … hihihiii’ aku hanya tertawa sendiri saat aku menyadari kalau aku sedang tertawa sendiri dan menertawai diriku sendiri.
Tapi tak hanya sampai disana rasa kepenasaranku berhenti, ia mulai berkelana dengan berbagai pertanyaan yang membuat resah itu semakin hari semakin membesar dan berat, aku hanya mengaduh. Siapakah yang akan menjadi jodohku nanti? Apakah ia sesuai dengan apa yang aku harapkan? Apakah ia soleh? Apakah ia akan setia? aduuuhhh, otakku kalut saat dibanjiri dengan pertanyaan-pertanyaan yang tak dapat dijawabnya. Akupun lelah, aku berserah. Walau terkadang saat ku sadar aku hanya ingin menyerahkan semua hal ini kepada yang Maha Kuasa. Tapi saat hawa nafsu ini menguasai pertanyaan-pertanyaan itupun bermunculan semakin kuat. Entahlah ...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar